Bukan hal yang aneh kalau belakangan ini kita sering mendengar bahwa kenyataan kehidupan seringkali menghimpit seseorang. Bahkan ada tayangan tv yang berjudul "Kejamnya Dunia" yang menceritakan realita menyedihkan dalam kehidupan seseorang orang.
Realita adalah suatu hal yang tidak bisa kita lenyapkan dalam pikiran kita. Karena itu, dibutuhkan kebijaksanaan untuk menghadapinya.
Firman Tuhan pun mengisahkan mengenai hal tersebut. Dan Firman Tuhan juga menceritakan bagaimana sikap yang diambil oleh mereka ketika menghadapinya. Salah satu yang dapat kita baca terdapat dalam ayat di bawah ini.
Roma 4 : 18-20
18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Inilah salah satu ayat yang menyatakan bahwa realita dihadapi dengan iman. Abaraham tahu bahwa realita bukanlah hambatan bagi Tuhan untuk berjanji. Manusia lah yang terhambat oleh realita. Keberadaan manusia secara jasmani seringkali membuat kita hanya melihat segala hal secara jasmani pula. Bahkan seringkali mengambil keputusan besar hanya berdasarkan apa yang kita lihat. Padahal sebagai pengikut Yesus, kita seharusnya memiliki iman yang percaya kepada setiap janjiNya - bahkan yang paling mustahil sekalipun.
Jadi, hadapilah realita dengan iman. Mungkin kita akan mendapatkan cemoohan orang. Mungkin kita akan seperti orang yang berjalan mundur ketika semua orang berjalan maju. Tapi, jangan takut karena Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu memegang orang yang percaya kepadaNya. Kalau Abraham dan Sara bisa mendapat anak ketika realita mengatakan tidak, masa kita tidak dapat mengalami hal seperti itu?
Tuhan Yesus memberkati.
Foto Pacar
14 years ago

No comments:
Post a Comment