Beberapa hari belakangan, di benak saya selalu terlintas mengenai "masa lalu".
Tidak seperti file komputer, masa lalu tidak bisa dihapus begitu saja. Tidak heran ada orang yang terjebak dalam masa lalu sehingga tidak bisa melangkah lebih jauh dalam kehidupan. Bahkan ketika ia sudah merasa jauh melangkah, sesungguhnya ia tetap diam di tempat. Mirip penggambaran hewan yang ditambatkan pada pagar. Hidup tetapi tidak merasakan kebebasan sebenarnya.
Sekarang mari kita lihat kisah Abraham dalam Kejadian 11. Dengan berpegang pada janji Tuhan, ia pun keluar dari rumah orang tuanya dan pergi ke suatu tempat yang ditunjukkan Tuhan. Abraham meninggalkan masa lalunya dan ia pun menjadi diberkati secara luar biasa. Kalau saja Abraham tidak menuruti perintah Tuhan dengan beralasan sudah nyaman dengan kehidupannya yang sekarang, tentu cerita Alkitab menjadi lain.
Inilah pertentangan itu. Keterikatan masa lalu seringkali bertentangan dengan keinginan Tuhan. Ketika Tuhan ingin kita menuju satu tujuan, Ia mau kita melangkah kesana. Bukan hanya memandang tujuan tersebut dari tempat kita berdiri sambil berharap keajaiban Tuhan membawa kita ke sana. Melepaskan ikatan masa lalu dan mulai melangkah adalah yang Tuhan mau. Saat kita melangkah, saat itulah Tuhan memberikan penyertaanNya. Dan saya percaya ketika Tuhan menyertai, kemenangan demi kemenangan akan kita alami.
Jadi buat apa terikat masa lalu kalau melangkah ke masa depan di dalam Kristus lebih baik?
Mazmur 119:133
Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.
Foto Pacar
14 years ago

No comments:
Post a Comment