Mazmur 55:22 (55:23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.
Pagi ini Tuhan berikan 2 kata yaitu "rendah hati" dalam renungan saya. Rendah hati yang Ia mau saya renungkan adalah ketika saya sedang menanggung sebuah beban.
Bagi saya, beban dapat berupa apa saja. Mulai dari kewajiban sampai sebuah penugasan. Semua itu harus dilakukan dengan semaksimal mungkin sehingga kadangkala menjadi beban yang dapat mengganggu pemikiran.
Ketika sebuah beban menjadi begitu berat, yang seringkali tidak langsung saya sadari, tidak jarang muncul hal-hal yang sifatnya mengasihani diri sendiri. Saya merasa sedang menanggung semuanya seorang diri tanpa seorang pun mau peduli.
Tapi renungan pagi ini mengajarkan saya satu hal. Tuhan mau saya rendah hati pada saat menanggung beban yang berat. Ketika saya merasa beban sudah terlampau berat lalu saya berkeluh kesah, itu sama dengan saya merasa kekuatan saya sendiri yang menanggung beban tersebut. Bukankah itu sama dengan kesombongan? Padahal, kalau saya mau ingat kembali kalau Tuhan membuka tanganNya bagi mereka yang berbeban berat maka tidak perlu keluh kesah itu keluar.
Karena itulah Tuhan ingatkan saya mengenai rendah hati. Saya harus ingat bahwa selama ini Tuhan lah yang menopang saya. Bahkan ketika saya menopang beban berat, karena Tuhan menopang saya, secara otomatis Tuhan pun menopang beban yang sedang saya pikul. Ilustrasinya seperti ini. Seorang penjual sayur pikulan hendak pergi ke pasar dengan mempergunakan kendaraan umum. Apakah ketika ia di dalam kendaraan yang membawa ia dan barang jualannya ia terus menerus memikul beban tersebut? Tentu tidak. Ia pasti meletakkan beban tersebut pada tempat yang kosong di mobil lalu duduk dengan tenang. Kalau dia terus memikul bebannya tentu akan kita anggap bodoh.
Demikian juga dengan kasus saya. Karena itu saya mau belajar meletakkan beban pada Tuhan Yesus. Tidak dengan sombongnya membawa beban itu terus lalu berkeluh kesah, tetap dengan rendah hati menempatkan semuanya di bawah kaki Tuhan kita.
Thanks God. Haleluya.
Foto Pacar
14 years ago

No comments:
Post a Comment