global sampai dengan presiden baru Amerika. Semua orang berbicara mengenai
semangat perubahan. Juga mengenai slogan "Yes we can" yang dipakai Obama
Bagi beberapa orang, momemtum ini dipakai untuk mempertanyakan semua hal.
Tidak ketinggalan di Indonesia, kita pun mendengar banyak hal diangkat
mulai dari presiden jalur independent sampai sosialisasi Undang-Undang
Anti Diskriminasi. Tampaknya memang dunia ini sedang digoncangkan dalam
segala aspek.
Saya teringat khotbah Gembala Pembina GBI Sukawarna Bandung - Pdt. David
TW - pada hari Minggu kemaren. Beliau berbicara mengenai Kerajaan yang
Tidak Tergoncangkan.
Ibrani 12: 25-28
25. Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau
mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak
luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari
sorga?
26. Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan
janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja,
melainkan langit juga.
27. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang
dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang
tidak tergoncangkan.
Tuhan akan menggoncangkan dua hal yang selama ini "menjepit" manusia.
Tidak hanya bumi tempat manusia berdiri, tetapi juga langit yang selama
ini menaungi manusia. Ketika dua hal yang memegang menusia diguncang, apa
lagi yang dapat menahan manusia untuk kokoh berdiri? Mereka yang selama
ini mengandalkan langit dan bumi akan kehilangan pegangan dan pasti
terombang-ambing dalam ketidakpastian.
Bagaimana dengan kita? Kita, anak-anak Tuhan, menerima Kerajaan Yang Tidak
Tergoncangkan. Ketika keadaan sekitar kita bergoncang, satu hal yang harus
kita sadari adalah "We are standing on the solid ground". Iman kita ada di
tanah yang tidak hanya subur, tetapi juga kuat untuk membuat pohon tidak
gampang tercabut dari tempat ia berdiri. Bahkan tanah itu pun tetap
memberi yang kita butuhkan untuk tetap berbuah.
Ingat film "Twister"? Di flm ini kita bisa melihat keganasan angin taufan.
Angin ini menerjang semua yang ada di jalurnya tanpa pandang bulu. Semua
yang tidak kuat tertanam di tanah akan dihisapnya lalu diputar-putar untuk
kemudian dilemparkan ke langit. Sungguh pemandangan yang mengerikan
sesudah angin itu berlalu.
Keadaan sekarang, bagi saya, mirip dengan hal itu. Angin perubahan yang
melanda dunia akan menghisap semua yang berkaitan dengannya. Pada saat
itu, semua yang tidak tertanam dengan kuat di tanah akan tercabut dan
diombang-ambingkan oleh angin perubahan.
Itu mengapa saat sekarang kita harus lebih "menanamkan" diri dalam tanah
kita yaitu Tuhan Yesus. Akar-akar kita harus semakin dalam sehingga tidak
mudah tercabut. Semakin kita tertanam, maka resiko tercabut semakin
berkurang. Dengan demikian, orang dunia akan dapat melihat bahwa anak-anak
Tuhan mempunyai pelindung yang kuat, penjaga yang tidak pernah terlelap,
yaitu Tuhan Yesus sendiri.
Matius 7
24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia
sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah
itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak
melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di
atas pasir. 27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin
melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment