Tuesday, January 1, 2008

Menunggu

Bagi saya, menunggu adalah satu hal yang sedapat mungkin dihindari. Saat menunggu, seringkali kondisi sekitar menentukan mood kita. Menunggu pacar berbelanja sambil kita duduk di café tentu lebih menyenangkan daripada menunggu gajian sementara kondisi keuangan sudah menipis. Yang satu menunggu dengan suasana santai, sementara yang satu lagi dalam situasi terhimpit. Kalau kita bisa memilih, pasti kita mau menunggu dalam situasi santai. Tetapi tentu tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan kita.

Ada satu kunci yang kita butuhkan dalam menunggu. Kunci tersebut bernama "Jaminan Kepastian". Jaminan ini yang akan membuat kita mau menunggu walau kadangkala situasi menghimpit. Ketika dalam situasi keuangan terjepit, kita mau menunggu waktu gajian karena kita tahu ada kepastian bahwa gaji tersebut akan datang pada waktunya. Tanpa jaminan kepastian, akan sangat susah menanti sesuatu. Dan bagi banyak orang, lebih baik menunggu sesuatu yang pasti daripada yang masih tidak jelas.

Dalam Lukas 2 : 21-40, kita dapat melihat 2 orang yang sedang menanti. Seorang bernama Simeon dan yang lain bernama Hanna. Mereka sedang menanti kehadiran Mesias yang dijanjikan untuk membebaskan Israel. Saya mencatat beberapa hal khusus dalam penantian mereka.
1. Simeon dan Hana sudah berumur. Walau tidak ditulis secara jelas umur Simeon, catatan yang saya dapat menuliskan bawa ia adalah pimpinan Sanhendrin. Sementara Hana berumur 84 tahun. Mereka tetap menunggu Mesias dalam umur setua itu. Pengharapan mereka tidak pudar. Menunggu membutuhkan kesabaran. Kadang di saat waktu semakin lama, kita semakin tidak sabar menunggu. Simeon dan Hana tidak demikian. Mereka tahu bahwa Allah telah berjanji, bahkan Simeon mendapat janji tersebut secara pribadi dari Roh Allah, dan kalau Allah berjanji Ia pasti menggenapi (ada jaminan kepastian).

2. Simeon dan Hana dekat dengan Allah. Tidak dalam artian jarak saja, mereka pun punya hati yang dekat dengan Allah. Dan kedekatan hati ini mereka jaga sehingga mereka bisa menyambut Yesus. Dalam ayat 27 dinyatakan Simeon datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus sementara dalam ayat 37 ditulis bahwa Hanna tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan ia beribadah siang dan malam dengan berpuasa serta berdoa. Hati yang melekat pada Tuhan membuat mereka mengetahui hal yang bagi banyak orang tersembunyi. Mereka mendapat kesempatan langka yaitu bisa menyambut kedatangan Yesus di dunia.

Dari dua hal tersebut bisa ditarik sebuah kesimpulan. Dalam menunggu, kita butuh tuntunan Roh Kudus. Seringkali kita dipengaruhi keadaan kita atau pun sekeliling kita. Tetapi lewat Simeon dan Hana, Tuhan berikan contoh bagaimana orang yang melekat padaNya bisa mendapat apa yang mereka nantikan. Kesabaran dan tuntunan Roh Kudus menjadikan mereka sebagai orang yang menuai apa yang ditabur.

Tuhan Yesus memberkati.