Friday, April 10, 2009

Menjadi Relevan

GBI Baranangsiang, Bandung. 2009-04-05
Pdt. Daniel Arif


Menjadi relevan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena kita hidup di zaman yang perubahannya begitu cepat. Itu mengapa pola hidup kita pun bisa berubah dengan cepat. Bahkan berubah sehingga tidak seturut dengan kehendak Tuhan.

Hidup kita dan kehendak Tuhan seumpama potongan puzzle. Untuk bisa fit, maka bentuknya harus pas.

Matius 3 : 12
Alat penampi sudah di tanganNya. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNya dan mengumpulkan gandumNya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan.

Kulit luar dari padi amat relevan sampai bulir padinya mulai muncul. Saat bulir itu datang, maka kulit luar padi akan dibuang dan dibakar sampai habis.
Demikian waktu awal kita bertobat. Hidup kita, kelakuan kita, dan lain sebagainya selaras dengan Firman Tuhan. Tetapi ketika perubahan mulai muncul, kita kembali tidak relevan seperti gabah. Dan yang tidak relevan, tempatnya adalah di api; dengan kata lain hukuman.
Kita memang ada di dunia yang berubah. Tetapi kita tidak boleh sama dengan dunia. Kita harus tetap relevan dengan kehendak Tuhan walau krisis dan masalah menghadang. Sampai hari ini, apakah hidup kita masih selaras dengan Tuhan? Ini menentukan nasib kita kemudian; masuk lumbung atau masuk api (dipelihara atau dimusnahkan).

Bruce Lee waktu ditanya mengapa bisa laku di film-film Amerika mengatakan, 'Take things as they are. Punch when u have to punch. Kick when u have to kick'. Itu yang menyebabkan ia menjadi besar. Ia tidak berpikir untuk menambahkan apa yang diperintahkan. Lakukan tanpa mengurangi atau menambahkan.
Demikian seharusnya prinsip kita. Jangan tambahkan atau kurangi perintah Tuhan bagi kita. Tuhan bilang ampuni, maka kita harus mengampuni tanpa banyak alasan. Dengan menambah atau mengurangi perintah Tuhan, maka kita akan menjadi tidak relevan dengan kemauan Tuhan.

Di Alkitab, ada orang bernama Lot. Awalnya ia ada ikut dalam rombongan Abraham yang relevan dengan kehendak Allah. Akibatnya, ia diberkati. Kekayaannya sebanyak kekayaan Abraham. Saat ada Sodom dan Gomora muncul. Selera Lot berubah dan ia menjadi tidak relevan dengan Tuhan karena Tuhan membenci dua kota tersebut. Pada akhirnya, semua hartanya habis dan ia pun melahirkan keturunan yang dikenal sebagai Bangsa Amon dan Moab yang selalu dimusuhi Tuhan.

Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bergaul mengikuti trend yang ada. Lihat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka hidup di Babel dan di bawah orang yang tidak mengenal Tuhan. Tapi mereka bisa mempertahankan hidupnya relevan dengan kehendak Tuhan.
Uang logam China jaman kekaisaran disebut 'Fang Yu Yuan' berbentuk bulat dengan kotak di dalam. Filosofinya, diluar kita fleksibel (dengan bentuk bulat) tetapi di dalam kita harus tegas (yang diwakili oleh bentuk kotak). Kita boleh bergaul di luar dengan semua orang tetapi di dalam kita harus tegas menjaga tradisi. Strictness and Flexibility.
Orang Kristen harus mencontoh filosofi ini. Di luar kita hidup dengan banyak orang tetapi di dalam kita harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan.
Menjadi relevan di hadapan Tuhan bukan berarti kita harus ada di gereja terus dan tidak tersentuh kehidupan modern atau kemajuan zaman. Hal jasmaniah harus fleksibel. Yang penting dalam hati kitak tidak berubah. Tetap teguh dan tegas memegang perintah Tuhan.

Henry Ford dikenal sebagai orang jenius. Dalam 30 menit ia bisa membuat konsep kendaraan yang berbeda. Ford model T buatannya menjadi mobil yang paling laku saat itu. Tetapi saat zaman berubah, ia tidak merubah modelnya dan ia bangkrut. Ia dikalahkan pabrikan lain yang lebih mengikuti perkembangan zaman.

Tuhan Yesus pun disukai Elohim dan manusia. Kita harus mencontoh Tuhan. Kita jangan menilai segala sesuatu berdasarkan jasmani. Penampilan luar harus fleksibel tetapi penampilan dalam kita harus tetap tegas. Keselamatan, kekudusan, kebenaran tidak dikompromikan.

Benjamin Franklin berkata, 'Berubah itu mungkin sulit, tapi tidak berubah itu pasti fatal'. Kita harus siap diubah dan tidak kaku. Tanpa harus mengkompromikan hal esensial.

Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu bisa membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Ada bagian yang harus tegas dan ada bagian yang flksibel. Jadilah orang Kristen yang tetap relevan bagi Allah untuk menyenangkan-Nya dan relevan bagi sekitar kita agar dapat menjadi berkat bagi mereka. Paulus berkata ia menjadi seperti orang Yahudi dan Yunani tetapi tidak kompromi dengan kejahatan mereka.
Kita dicipta dan diberkati oleh Tuhan untuk tetap hidup di dunia tetapi kita tidak boleh dimasuki dunia. Inilah menjadi serupa dengan dunia.

Kisah Para Rasul 13 : 22
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati Ku dan yang melakukan segala kehendakKu.
Saul tidak relevan sehingga ia disingkirkan. Dan Daud relevan karena ia melakukah kehendak Tuhan. Saul merubah apa yang harus dipertahankan dan mempertahankan apa yang harus dirubah saat ia mempersembahkan korban sendiri bahkan pergi ke dukun untuk bertemu Samuel.

Mari menjadi relevan. Tuhan mau kita menjangkau dunia. Hidup kudus bukan berarti kurang pergaulan. Kita harus ikuti perkembangan dunia untuk menjangkau mereka tanpa harus mengkompromikan hal yang esensial dalam hati kita.

Amin.

No comments: