Monday, August 24, 2009

Siap Melayani Senantiasa

Semalam, seorang teman menelpon saya. Dengan nada yang tinggi, ia mengatakan bahwa betapa ia kecewa terhadap Tuhan. Begitu kecewanya sampai ia pun menyangkal keberadaan Tuhan. Bagi dia Tuhan adalah sebuah hal yang dipegang oleh orang yang sudah tidak memiliki pegangan apa pun. Dan orang-orang tersebut bukanlah “orang pintar”.
Saat itu, tidak banyak yang bisa saya katakan karena saya tidak siap. Saya hanya bisa mendengarkan ia berbicara dan melontarkan beberapa kalimat yang intinya Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya. Tuhan itu setia. Walau demikian, teman saya ini bergeming. Dan tampaknya perkataan saya itu hanya seperti minyak yang dituang ke api.

Dari pengalaman tersebut, ada tiga hal yang saya dapatkan.
1. Bersiaplah senantiasa. Kita tidak tahu kapan Tuhan mengirim orang untuk dilayani. Yang pasti, waktu Tuhan adalah waktu yang tepat.
2 Timotius 4 : 2, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”

2. Cepatlah mendengar dan lambatlah berkata-kata. Orang yang memiliki masalah dan ingin menceritakannya kepada orang lain cenderung untuk memonopoli pembicaraan. Biarkan hal itu berlangsung. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan perkataan. Kadangkala kita harus diam mendengar dan membiarkan Tuhan yang bekerja.
Yakobus 1 : 19, “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat utuk marah;

3. Pakai kata-kata yang tepat untuk berbicara. Kata yang tepat bukan berasal dari dalam diri kita. Kata itu harus berasal dari Roh Kudus. Lebih baik satu kata yang tepat daripada satu kalimat yang hanya memperkeruh suasana.
Amsal 25 : 11 “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.”

Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments: