Matius 15:14
Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.
Tuhan Yesus berkata demikian untuk menggambarkan orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka digambarkan sebagai orang buta karena telah melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyang.
Hari ini saya mendapat firman tentang tuntunan.
Tuntunan berkaitan dengan otoritas. Saat kita meminta tuntunan, kita harus meminta pada otoritas yang lebih tinggi dari kita. Ingat waktu jaman Orde Baru? Menteri Penerangan saat itu kerap mengucapkan 'mantera' "Sesuai petunjuk Bapak Presiden...". Itu adalah sebuah bentuk tuntunan. Sang menteri tahu bahwa otoritas presiden lebih tinggi darinya dan sewajarnya ia mengucapkan mantera tersebut saat menerangkan segala sesuatu kepada masyarakat.
Sebenarnya hal ini sudah diketahui banyak orang. Saat seseorang membutuhkan nasihat, pasti mereka mencoba mencari orang yang punya kemampuan "lebih" dibanding mereka.
Yang menjadi pertanyaan, apakah orang yang telah dipilih tersebut adalah orang yang tepat? Seringkali kita hanya mengandalkan indera perasaan manusia semata untuk menilai seseorang dan lupa untuk bertanya pada Roh Kudus yang telah Tuhan tempatkan dalam diri kita. Salah pilih hanya mengakibatkan kita seperti orang buta yang dituntun orang buta seperti ayat di atas.
Bagaimana cara supaya tidak salah pilih?
Kembali pada otoritas tertinggi dalam hidup kita. Dalam hal ini, saya mengatakan bahwa otoritas tersebut hanya ada dalam Tuhan Yesus Kristus.
Lalu bagaimana kalau kita membutuhkan nasihat lewat manusia? Ya tinggal cari orang yang memiliki Roh Kudus dari Tuhan dalam diri mereka. Untuk yang satu ini, tentu kita harus mengenal detail bagaimana hidup orang tersebut. Jangan sampai kita datang pada "orang Farisi" dan "ahli Taurat" yang hanya punya tampilan ketuhanan tetapi kosong di dalamnya. Mungkin ada orang yang terlihat begitu “indah” dengan segala tingkah lakunya. Tapi, apakah keindahan tersebut memang berasal dari hatinya?
Matius 15:19 menyatakan, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan hujat.” Tingkah laku dapat direkayasa manusia. Tetapi hati tidak bisa ditutupi.
Jadi, putuskan yang benar saat kita mencari tuntunan. Jangan cari dari "orang buta" karena mereka hanya akan membuat semua jatuh ke dalam lubang.
Dan sebaliknya, tuntunan yang benar akan membuat kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati.
Foto Pacar
14 years ago

No comments:
Post a Comment